PMOH

PESAN-PESAN PENTING

1. Diharapkan semua peserta rajin mengecek "junk email" karena terkadang email dari milis masuk ke kolom tersebut tanpa kita kehendaki.

2. Sebelum menayangkan setiap tugas menulis di blog ini, mohon isi "label" di sebelah kanan dengan nama masing-masing peserta untuk memudahkan pembimbing mengidentifikasinya.

3. Semua tulisan yang telah dikirim dan ditayangkan tidak boleh dihapus, melainkan boleh diedit dan di bagian kanan judul tulisan dapat diberikan keterangan tambahan (misalnya: Edit 1, Edit 2, dst). Dengan begitu hasil review yang ditulis di kolom komentar oleh pembimbing tidak terhapus;

4. Para peserta bebas memberikan komentar yang saling membangun pada tulisan peserta lainnya.

***

Senin, 19 Maret 2018

Modul 2 Tugas 1 Revisi

Modul 2 Tugas 1 Revisi

Bau Bensin dan Seragam Pramuka


Oleh : Johanes Krisnomo


Aku tersenyum pahit. Bapak penjaga Kebun Binatang di Kota Semarang itu acuh, tapi tak menolakku masuk. Gratis bagi anak sekolah berseragam pramuka. Lusuh dan terlalu kecil untukku, seorang anak laki-laki kelas 4 SD. Namun, seragam hasil pemberian tetangga sebelah itu masih layak, setidaknya untuk bolos sekolah dan masuk Kebun Binatang.


Selain binatang-binatang, ada pula danau buatan. Kata petugasnya, lebih banyak pengunjung yang datang naik perahu, khususnya di hari libur.


Beberapa perahu bersandar pada batas dinding penyekat, dikaitkan pada batang-batang pohon kersen di tepi danau. Sementara bau menyengat, bahan bakar bensin yang dipakai pada mesin-mesin perahu, menyesakkan dada. Apalagi bila setelan udaranya diperbesar, meraung-raung.


Bau bensin dan seragam pramuka, menjadi kenangan masa kecil tak terlupakan. Bukan tak ada guna, kemiskinan telah merancang tekad kuat, cita-cita untuk sukses. Dan berhasil!



Bandung, 20 Mar 2018
 


3 komentar:

  1. Pak Johanes yang baik,
    Terima kasih atas revisi tugas 1 Modul ke-2 yang sudah disampaikan. Pak Johanes sudah berusaha melakukan revisi dan menambah keterangan atau data atas situasi di Kebun Binatang Semarang tersebut. Tujuan dari latihan bagian ini adalah melatih panca indera kita sebagai penulis. Sebagai penulis kita ditantang untuk dapat menggambarkan suasana atau peristiwa berdasarkan panca indera si tokoh, dan dituangkan dalam kalimat yang sederhana.

    Dalam cerita Pak Johanes di atas ada banyak sekali bagian cerita yang bisa menggambarkan bagaimana panca indera si tokoh merespon situasi di kebun binatang itu. Saya akan beri satu contoh seperti ini:

    [Jantungku berdebar saat langkah kakiku semakin mendekat ke petugas di pintu gerbang masuk. Sinar matahari pagi hangat menyentuh pipiku tetapi jemari tanganku terasa dingin (indera kulit). Di kejauhan aku melihat perahu bermotor diparkir di tepi danau buatan (indera mata). Suara mesin motornya keras menderu membuat hatiku serasa loncat gembira (indera telinga). Bau apek dari baju pramuka lusuh yang aku pakai tidak aku hiraukan lagi (indera penciuman). Aku berharap baju pinjaman dari tetanggaku ini akan menolongku bisa masuk ke dalam kebun binatang tanpa membayar tiket.]

    Kira-kira begitulah Pak Johanes, latihan menggunakan panca indera dan menuangkannya dalam kalimat-kalimat di cerita kita.

    Teknik ini bagus sekali untuk menggambarkan situasi atau peristiwa dalam cerita kita, agar pembaca kita dapat berimajinasi saat membaca tulisan kita. Kalau kita melihat film, panca indera penonton yang aktif adalah mata dan telinga. Tapi untuk pembaca buku cerita, maka indera yang diaktifkan bisa lebih banyak. Ini akan menjadi keunggulan dari cerita kita. Saya sarankan Pak Johanes bisa menyediakan waktu secara berkala untuk latihan menulis kalimat-kalimat hasil penggunaan panca indera para tokoh. Tentu saja kelak dalam penerapannya, kita akan belajar menilai seberapa banyak kalimat-kalimat seperti itu bisa diterapkan dalam cerita kita. Semoga penjelasan dari saya ini bisa dipahami. Jika ada pertanyaan atau komentar dari Pak Johanes, silakan disampaikan. Atas perhatiannya, saya haturkan terima kasih.

    Salam,
    Yunita

    BalasHapus
  2. Selamat Malam Mbak Yunita,
    Penjelasan tentang penggunaan Panca Indera sangat bermanfaat. Semula arti ka ta Panca Indera masih kurang jelas. Dengan contoh2 yang disampaikan jadi lebih mengaktifkan imaginasi.
    Pada awalnya, yg saya buat terasa kering dan gersang. Rupanya saya masih terbawa pola Nonfiksi ya?

    Menurut saya, stlh saya baca ulang karya tsb, terlalu sibuk berusaha menjelaskan indera mata, tata letak dan situasi. Belum terlalu menggunakan indera penciuman ya? Indera Suara juga tak muncul. Dialog pun belum ada.
    Jadi masih banyak kekurangan.

    Kesulitannya, tugasnya hanya 1 paragraf ya? Jadi saya kesulitan menjelaskannya. Atau saya salah menafsirkan, mungkin?

    Sememntara itu dulu Mbak Yunita,penjelasan balik dari komentar Mbak.
    Apakah saya masih perlu koreksi lag
    Sayapun akan melanjutkan Modul-3 yg sudah dikirim.

    Mohon tanggapannya. Terimakasih. Johanes Krisnomo /Bandung, 21Mar18

    BalasHapus
  3. Pak Johanes yang baik,
    Terima kasih atas tanggapannya. Iya, tugas yang Bapak buat itu menurut saya lebih merupakan laporan pandangan mata. Sedangkan yang tugas yang diminta adalah latihan mengaktifkan panca indera kita dalam menggambarkan suatu situasi atau keadaan dalam cerita kita. Menurut saya menggunakan teknik itu akan membuat tulisan kita lebih kaya dan membuat pembaca kita berimajinasi. Buat pembaca anak-anak, berimajinasi itu sangat penting karena memperkaya alam pikir mereka. Bayangkan saja kalau anak-anak menonton film terus-menerus, mereka cenderung akan menjadi pasif karena pikirannya tidak dirangsang untuk bekerja, hanya menerima saja adegan-adegan yang sampaikan dalam film tersebut.

    Dalam satu paragraf kita tidak harus menulis semua unsur indera tersebut. Kita bisa fleksibel untuk menuliskannya dalam beberapa paragraf, yang penting kalimatnya jadi tidak membosankan.

    Pak Johanes bisa berlatih sendiri teknik seperti itu. Kalau mau men-sharingkan latihan itu kepada saya, silakan. Tapi kalau tidak di-sharingkan juga tidak apa-apa. Yang penting Pak Johanes sudah memahami maksud dari topik tersebut. Terima kasih atas perhatiannya, tetap semangat Pak! :-)

    Salam,
    Yunita

    BalasHapus